Deluxe Place Blok Pirus No. 10 Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia
Service Request
blog
Beranda » Marine Automation  »  Oily Water Separator Calibration di Kapal Seroja VI – Kalibrasi PPM Meter Sesuai Standard
Oily Water Separator Calibration di Kapal Seroja VI – Kalibrasi PPM Meter Sesuai Standard

Oily Water Separator Calibration pada Kapal Seroja VI

RoyenTech melaksanakan pekerjaan Oily Water Separator Calibration di kapal Seroja VI dengan fokus utama pada kalibrasi PPM Meter pada unit Oily Water Separator (OWS). Pekerjaan ini dilakukan untuk memastikan sistem pemisahan minyak dan monitoring kandungan oil pada discharge water bekerja secara akurat, aman, dan sesuai standard operasional kapal.

Pada sistem OWS, akurasi pembacaan nilai oil content sangat penting karena berhubungan langsung dengan sistem perlindungan lingkungan laut. Oleh sebab itu, kalibrasi PPM Meter harus dilakukan secara berkala menggunakan metode standard yang dapat dipertanggungjawabkan.

Metode yang digunakan pada pekerjaan ini adalah standard liquid sample calibration, yaitu metode pengujian menggunakan sampel cairan standar dengan nilai kandungan minyak tertentu untuk memverifikasi akurasi sensor PPM Meter.

Setelah seluruh proses selesai dilakukan, hasil pengujian diterbitkan dalam bentuk Sertifikat Kalibrasi Standard sebagai dokumen resmi hasil pekerjaan onboard.

RoyenTech menyediakan layanan Marine System untuk berbagai kebutuhan automation dan electrical system kapal.

Oily Water Separator Calibration di Kapal Seroja VI
Oily Water Separator Calibration di Kapal Seroja VI

Apa Itu Oily Water Separator (OWS)?

Fungsi Oily Water Separator di Kapal

Oily Water Separator (OWS) merupakan equipment penting pada kapal yang digunakan untuk memisahkan kandungan minyak dari bilge water sebelum air dibuang ke laut.

Bilge water biasanya berasal dari:

  • kebocoran oil system,
  • drain machinery,
  • sludge residue,
  • cleaning system,
  • dan campuran air di engine room.

Karena air tersebut dapat mengandung minyak, maka diperlukan sistem pemisah agar kandungan oil tidak melebihi batas yang diizinkan.

OWS bekerja dengan prinsip:

  • pemisahan berdasarkan density,
  • filtering,
  • coalescing process,
  • serta monitoring kandungan minyak menggunakan PPM Meter.

Sistem ini menjadi salah satu equipment wajib pada banyak kapal untuk mendukung perlindungan lingkungan laut dan mencegah pencemaran.

Pekerjaan kalibrasi ini merupakan bagian dari layanan Marine Automation Service yang mendukung reliability sistem kapal.

OWS Unit and Oil Content Monitoring System
OWS Unit and Oil Content Monitoring System

Peran Penting PPM Meter pada Sistem OWS

Monitoring Kandungan Oil Secara Real-Time

Pada unit OWS terdapat perangkat PPM Meter atau sering disebut juga Oil Content Meter, yaitu alat yang digunakan untuk membaca kadar minyak pada air hasil proses pemisahan.

Nilai pembacaan biasanya ditampilkan dalam satuan:

  • PPM (Parts Per Million)

PPM Meter berfungsi untuk:

  • memonitor oil content secara terus-menerus,
  • memberikan alarm apabila nilai melebihi batas,
  • mengontrol overboard discharge,
  • menghentikan pembuangan otomatis apabila kandungan minyak terlalu tinggi.

Apabila pembacaan sensor tidak akurat, maka dapat menyebabkan:

  • false alarm,
  • kesalahan discharge monitoring,
  • kegagalan sistem OWS,
  • hingga potensi pelanggaran regulasi marine environment.

Karena itulah kalibrasi PPM Meter menjadi pekerjaan yang sangat penting pada maintenance sistem OWS.


Proses Kalibrasi PPM Meter pada OWS Kapal Seroja VI

Pemeriksaan Kondisi Sistem

Sebelum proses kalibrasi dilakukan, engineer RoyenTech terlebih dahulu melakukan:

  • visual inspection,
  • pengecekan sensor,
  • pemeriksaan sampling line,
  • pengecekan flow condition,
  • dan pemeriksaan kondisi controller OWS.

Tahapan awal ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan yang dapat mempengaruhi hasil pembacaan saat kalibrasi dilakukan.

Proses ini termasuk dalam layanan Instrument Calibration untuk memastikan akurasi pembacaan sensor dan monitoring equipment.

Proses pengujian dan sistem monitoring kapal juga mengacu pada standard kelistrikan dan instrumentasi maritim dari IEC Maritime Standards.

PPM Meter Calibration Process
PPM Meter Calibration Process

Kalibrasi Menggunakan Standard Liquid Sample

Metode kalibrasi yang digunakan adalah liquid sample calibration method menggunakan cairan standard dengan nilai oil concentration tertentu.

Tahapan pekerjaan meliputi:

1. Persiapan Peralatan Kalibrasi

Engineer menyiapkan:

  • standard liquid sample,
  • calibration equipment,
  • hose dan sampling connector,
  • serta alat ukur pendukung.

2. Injection Sample ke Sistem

Liquid sample standard dimasukkan ke jalur sampling PPM Meter agar sensor membaca nilai referensi sesuai standard.

3. Pembacaan Nilai PPM Meter

Nilai yang terbaca pada display dibandingkan dengan nilai standard sample untuk mengetahui tingkat akurasi alat.

4. Penyesuaian dan Fine Tuning

Apabila terdapat deviasi pembacaan, dilakukan adjustment atau calibration setting pada unit agar hasil pembacaan kembali sesuai standard.

5. Verifikasi Hasil Oily Water Separator Calibration

Setelah adjustment selesai dilakukan, engineer melakukan pengujian ulang untuk memastikan hasil pembacaan stabil dan akurat.


Functional Test Sistem OWS

OWS Functional Testing
OWS Functional Testing

Pengujian Alarm dan Monitoring System

Setelah proses kalibrasi selesai, dilakukan functional test untuk memastikan seluruh sistem bekerja normal.

Pengujian meliputi:

  • alarm test,
  • sensor response test,
  • monitoring display verification,
  • automatic stop function,
  • dan pengecekan communication signal.

Tahapan ini bertujuan memastikan sistem OWS dapat bekerja dengan aman saat kapal beroperasi.

Sistem monitoring OWS juga terintegrasi dengan Electrical Control System pada engine room kapal.


Pentingnya Kalibrasi OWS Secara Berkala

Menjaga Akurasi Monitoring Oil Content

Kalibrasi berkala pada PPM Meter sangat penting karena sensor dapat mengalami:

  • drift,
  • contamination,
  • aging component,
  • maupun perubahan sensitivity akibat kondisi operasional kapal.

Tanpa kalibrasi yang baik, hasil pembacaan dapat menjadi tidak akurat.


Mendukung Kepatuhan Regulasi Maritim

Sistem OWS merupakan bagian penting dalam penerapan perlindungan lingkungan laut pada kapal. Oleh sebab itu, akurasi monitoring system harus selalu dijaga melalui inspeksi dan kalibrasi rutin.

Penggunaan Oily Water Separator pada kapal merupakan bagian penting dalam perlindungan lingkungan laut sesuai regulasi dari IMO – International Maritime Organization.

Sistem OWS membantu kapal memenuhi ketentuan pencegahan pencemaran laut yang diatur dalam MARPOL Convention Overview.

Dokumentasi hasil kalibrasi juga menjadi bagian penting dalam:

  • maintenance record,
  • inspection document,
  • dan technical verification onboard.

Teknologi sensor dan controller pada OWS memiliki prinsip kerja yang serupa dengan sistem Industrial Automation di sektor industri.


Mengurangi Risiko Kerusakan Sistem

Kalibrasi dan pengecekan rutin membantu engineer mendeteksi lebih awal:

  • sensor error,
  • sampling blockage,
  • contamination,
  • hingga gangguan pada controller system.

Dengan demikian potensi downtime dan kerusakan sistem dapat dikurangi.


Sertifikat Kalibrasi Standard

Dokumentasi Hasil Pekerjaan Oily Water Separator Calibration

Setelah pekerjaan selesai dilakukan, RoyenTech menerbitkan Sertifikat Kalibrasi Standard yang mencantumkan:

  • identitas equipment,
  • metode kalibrasi,
  • hasil pengujian,
  • tanggal pelaksanaan,
  • dan status kalibrasi unit.

Dokumen ini menjadi bukti bahwa proses kalibrasi telah dilakukan sesuai prosedur pengujian standard.

Calibration Certificate Documentation
Calibration Certificate Documentation

Layanan Marine Automation dan Calibration dari RoyenTech

RoyenTech menyediakan layanan:

  • Oily Water Separator Calibration
  • PPM Meter Calibration
  • Oil Content Meter Service
  • Marine Automation Troubleshooting
  • Electrical Control System
  • PLC & HMI System
  • Marine Instrument Calibration
  • Retrofit dan Upgrade System Kapal
  • Commissioning dan Functional Test

Tim engineer kami berpengalaman menangani berbagai pekerjaan onboard pada kapal niaga, tanker, tugboat, hingga vessel industri.

Apabila ditemukan gangguan pada controller atau logic system, engineer juga melakukan PLC Troubleshooting untuk memastikan sistem bekerja normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top